Ikutan mendukung…
untuk yang tidak tau siapa Ibu Prita Mulyasari dan kenapa harus didukung, silakan googling dengan subject : prita mulyasari >_<
Banner didapat dari situs ini
Juni 4, 2009
Ikutan mendukung…
untuk yang tidak tau siapa Ibu Prita Mulyasari dan kenapa harus didukung, silakan googling dengan subject : prita mulyasari >_<
Banner didapat dari situs ini
Mei 23, 2009
Iseng2…akhirnya hari Sabtu pagi digunakan untuk bikin online store. Udah lama punya akun Amazon gak pernah diapa2in. Pas blogwalking nemu ide2 buat online store. Langsung dicoba. Storenya cuma 1, barangnya sama, tapi dibuat 2 site.
Satu dibuat langsung menggunakan astore gratisan fasilitas dari Amazon. Hasilnya bisa dilihat di sini . Yang satu lagi (mirror-nya) dicoba buat di host gratisan yang lumayan lengkap, 000webhost, Host ini biar gratisan, udah gak ada ad atau banner lho, juga sudah mendukung php, mySQl, multi domains.
Untuk menguploadnya menggunakan ftp program, hal ini aku pake filezilla. Dan untuk online storenya menggunakan Associate O-matic…..ternyata hasilnya gak jelek2 amat.
Dtengok2 ya..barangnya bagus2 kok huehuehue
Emang masih sederhana sekali, maklum baru belajar nih…
April 1, 2009
Ada yang bilang, aku harus belajar mengatakan TIDAK. dan hidup akan menjadi lebih mudah.
Tapi bagaimana kalau aku tidak diperbolehkan mengatakan TIDAK? bagaimana kalau situasinya : aku adalah sang problem solver. Alias tumbal. Sebego2nya aku, aku harus punya jawaban atau alternatif atas masalah yang terjadi. Tidak peduli sesibuk apapun diriku. Atau sesepele apapun masalahnya *yang seharusnya bisa dikerjakan oleh orang ybs*
Contoh sepele:
Di kantor mesin fotocopy dulu sering sekali rusak. Alih2 orang yang berkepentingan dengan mesin fotocopy mengambil inisiatif untuk menelpon tukang service, yang dilakukan oleh orang tersebut cuma melapor padaku : Bu, mesin fotocopy rusak, gimana ya? Atau yang lebih ekstrim, dan ini beneran terjadi, ada yang ngomong ke Manajer di HO, Pak, ini bagaimana ya, kok mesin fotocopy rusak terus, kami jadi susah bekerja. Buntut2nya, Manajer yang dilaporin memanggil aku dan tanya < lyd, itu kenapa mesin fotocopy rusak terus, coba kamu urus apa masalahnya. Pokoknya saya tidak mau mendengar lagi laporan mesin fotocopy rusak. Dang. Padahal, aku bukan dalam posisi HRD di kantor. Aku cuma seseorang bego yang mau2nya disuruh ngurusin hal rumah tangga di kantor (dan tidak boleh menolak). Memakai mesin fotocopy aku juga ngga. DUlu yang urus kontrak pembelian mesin fotocopy juga nggak. Tapi pas bermasalah, jatuh2nya ke aku yang harus bertanggung jawab. Dan itu bukan hanya sekali dua kali, tapi berkali-kali. Masalah mobil. Masalah WC. Masalah kebersihan kantor. Sampai ke masalah yang agak rumit seperti pajak. Perizinan. Legalitas dokumen. Dll Dll. Yang sebenarnya, kalau semua mau lebih care, pedulian dan mikir dikit, itu bisa diselesaikan sendiri. Tapi emang lebih enak nanya atau mengandalkan orang lain. Dan si orang lain itu tidak punya hak untuk menolak, karena kalau menolak, tetap aja itu masalah gak akan dibereskan dan akhirnya itu orang lyang akan menjadi obyek penderita untuk disalahkan oleh atasan, karena “kerjaan jadi tidak beres” akibat dia menolak untuk membereskan masalah tersebut.
Dan hal yang sama terjadi lagi hari ini. Mereka cuma bisa bilang, gimana ini bu, gimana ya, jadi kami harus ngapain?
D-O-H
emangnya aku serba bisa. Bedanya aku dengan mereka, aku mau mikir untuk penyelesaian masalah, mereka cuma bisa mengeluh dan melemparkan masalah ke orang lain.
Mesti buka bisnis konsultasi apa saja kayanya aku.
Desember 25, 2008
it’s a blue and rainy christmas here…but remember, a little smile, a word of cheer, a bit of love from someone near, a little gift from one held clear, best wishes for the coming year..These make a Merry Christmas.
God Rest Ye Merry, Gentlemen
1. God rest1 you2 merry, gentlemen,
Let nothing you dismay,
For Jesus Christ our Saviour
Was born upon this day,
To save us all from Satan’s power
When we were gone astray:
O tidings of comfort and joy,
comfort and joy,
O tidings of comfort and joy.
2. In Bethlehem, in Israel,
This blessed Babe was born,
And laid within a manger
Upon this blessed morn,
The which His Mother Mary
Did nothing take in scorn:
O tidings …
3.From God our heavenly Father
A blessèd angel came,
And unto certain shepherds
Brought tidings of the same,
How that in Bethlehem was born
The Son of God by name:
O tidings …
4. The shepherds at those tidings
Rejoicèd much in mind,
And left their flocks a-feeding
In tempest, storm and wind,
And went to Bethlehem straightway,
This blessèd Babe to find:
O tidings …
5. But when to Bethlehem they came,
Whereat this Infant lay,
They found Him in a manger,
Where oxen feed on hay;
His mother Mary kneeling,
Unto the Lord did pray:
O tidings …
6. Now to the Lord sing praises,
All you within this place,
And with true love and brotherhood
Each other now embrace;
This holy tide of Christmas
All others doth deface:3
O tidings …
Desember 11, 2008
Aku sering melupakan nama teman2.
Dari SD, SMP, SMA, sampai kuliah, aku sudah berkenalan dengan entah berapa banyak orang. Sebagian menjadi teman yang lumayan dekat. Sebagian hanya kenal, mungkin hanya mengenali wajahnya, mungkin hanya tahu namanya sebagai teman sekelas.
Aku ini kalau sudah dekat sama orang aku akan sangat memperhatikan orang tersebut. Sebaliknya, kalau aku cuma mengenal seseorang sebatas kenal saja, setelah sekian lama, seringkali aku menjadi lupa terhadap orang tersebut.
Hal itu baru terasa sekarang, setelah beberapa lamanya aku meninggalkan bangku sekolah dan memasuki dunia kerja.
Dijalan, di supermarket, di rumah makan padang, tidak jarang pundakku ditepuk seseorang, atau namaku dipanggil oleh seseorang, yang aku ingat wajahnya bahwa dia ini dulunya teman semasa kuliah atau sekolah dulu, tapi namanya aku tidak ingat lagi. Dan perbandingan ingat vs tidak ingat ini mencapai 1:9. Parah ya?
Kadang aku berpikir, kok aku bisa menjadi seperti ini ya? Kok aku bisa sampai melupakan orang sedemikan parahnya. Pernah bertanya kepada seseorang, ada apa gerangan. Dia menjawab, karena dulunya aku ini emang introvert, dan tidak gaul, plus kepribadianku dulu yang amat sangat rendah diri, mengakibatkan aku hanya terkonsentrasi kepada diriku sendiri. Aku menganggap diriku ini cuma seorang biasa yang tidak berkesan. Dia mengatakan juga, dalam kenyataan, diriku itu cukup populer dimata anak2. Dan susah dilupakan. Huh. I can hardly believe that. Tapi kenyataannya emang rata2 semua teman2 lama ingat terhadap diriku dan namaku…
Kejadian hari ini lagi. Di kantor, ada telpon berdering. Pas kuangkat, ternyata yang menelpon itu teman kuliahku. Saking penasarannya, kutanyakan, kok kamu bisa tahu aku sudah kembali ke kampung halaman dan bekerja di tempat ini. Dan dia menjawab, anak2 laen yang memberi tahu dia. Padahal, aku tidak berhubungan lagi dengan sebagian besar anak-anak lain yang namanya yang dia sebutkan. Tapi mereka toh tetap saja mengetahui kabar dan keadaan diriku, bahkan tahu sekarang aku kerja dimana.
Sungguh, maafkan aku teman, karena aku melupakan dirimu. Aku memang teman yang tidak tahu diri.
Tapi, terima kasih karena sudah menjadi temanku dan mengingat diriku yang bukan siapa-siapa ini.