Desember 2008


it’s a blue and rainy christmas here…but remember, a little smile, a word of cheer, a bit of love from someone near, a little gift from one held clear, best wishes for the coming year..These make a Merry Christmas.

God Rest Ye Merry, Gentlemen
1. God rest1 you2 merry, gentlemen,

Let nothing you dismay,
For Jesus Christ our Saviour
Was born upon this day,
To save us all from Satan’s power
When we were gone astray:
O tidings of comfort and joy,
comfort and joy,
O tidings of comfort and joy.
2. In Bethlehem, in Israel,
This blessed Babe was born,
And laid within a manger
Upon this blessed morn,
The which His Mother Mary
Did nothing take in scorn:
O tidings …
3.From God our heavenly Father
A blessèd angel came,
And unto certain shepherds
Brought tidings of the same,
How that in Bethlehem was born
The Son of God by name:
O tidings …
4. The shepherds at those tidings
Rejoicèd much in mind,
And left their flocks a-feeding
In tempest, storm and wind,
And went to Bethlehem straightway,
This blessèd Babe to find:
O tidings …
5. But when to Bethlehem they came,
Whereat this Infant lay,
They found Him in a manger,
Where oxen feed on hay;
His mother Mary kneeling,
Unto the Lord did pray:
O tidings …
6. Now to the Lord sing praises,
All you within this place,
And with true love and brotherhood
Each other now embrace;
This holy tide of Christmas
All others doth deface:3
O tidings …

Aku sering melupakan nama teman2.

Dari SD, SMP, SMA, sampai kuliah, aku sudah berkenalan dengan entah berapa banyak orang. Sebagian menjadi teman yang lumayan dekat. Sebagian hanya kenal, mungkin hanya mengenali wajahnya, mungkin hanya tahu namanya sebagai teman sekelas.

Aku ini kalau sudah dekat sama orang aku akan sangat memperhatikan orang tersebut. Sebaliknya, kalau aku cuma mengenal seseorang sebatas kenal saja, setelah sekian lama, seringkali aku menjadi lupa terhadap orang tersebut.

Hal itu baru terasa sekarang, setelah beberapa lamanya aku meninggalkan bangku sekolah dan memasuki dunia kerja.

Dijalan, di supermarket, di rumah makan padang, tidak jarang pundakku ditepuk seseorang, atau namaku dipanggil oleh seseorang, yang aku ingat wajahnya bahwa dia ini dulunya teman semasa kuliah atau sekolah dulu, tapi namanya aku tidak ingat lagi. Dan perbandingan ingat vs tidak ingat ini mencapai 1:9. Parah ya?

Kadang aku berpikir, kok aku bisa menjadi seperti ini ya? Kok aku bisa sampai melupakan orang sedemikan parahnya. Pernah bertanya kepada seseorang, ada apa gerangan. Dia menjawab, karena dulunya aku ini emang introvert, dan tidak gaul, plus kepribadianku dulu yang amat sangat rendah diri, mengakibatkan aku hanya terkonsentrasi kepada diriku sendiri. Aku menganggap diriku ini cuma seorang biasa yang tidak berkesan. Dia mengatakan juga, dalam kenyataan, diriku itu cukup populer dimata anak2. Dan susah dilupakan. Huh. I can hardly believe that. Tapi kenyataannya emang rata2 semua teman2 lama ingat terhadap diriku dan namaku…

Kejadian hari ini lagi. Di kantor, ada telpon berdering. Pas kuangkat, ternyata yang menelpon itu teman kuliahku. Saking penasarannya, kutanyakan, kok kamu bisa tahu aku sudah kembali ke kampung halaman dan bekerja di tempat ini. Dan dia menjawab, anak2 laen yang memberi tahu dia. Padahal, aku tidak berhubungan lagi dengan sebagian besar anak-anak lain yang namanya yang dia sebutkan. Tapi mereka toh tetap saja mengetahui kabar dan keadaan diriku, bahkan tahu sekarang aku kerja dimana.

Sungguh, maafkan aku teman, karena aku melupakan dirimu. Aku memang teman yang tidak tahu diri.

Tapi, terima kasih karena sudah menjadi temanku dan mengingat diriku yang bukan siapa-siapa ini.

The feeling of love starts from the eye
And the feeling of like starts from the ear

So, if you stop liking the person you used to like, all you have to do is cover your ears.
But if you try to close your eyes, love turn into a drop of tear and remains in your heart forever after.