Manusia berbisik,”Tuhan berbicaralah kepadaku”
Dan Burung padang melantunkan lagu.
Tetapi manusia tidak mendengarnya.

Maka manusia mengkuatkan suaranya
” Tuhan, berbicaralah kepadaku”
Dan Guntur serta kilat membelah langit.
Tetapi manusia tidak mendengarnya.

Manusia melihat kesekeliling dan berkata,
” Tuhan, biarlah aku melihatMu”
Dan bintang bersinar gemerlapan.
Tetapi manusia tidak melihatnya.

Dan, Manusia berteriak,
“Tuhan , tunjukkanlah kepada saya mujizat”
Dan sebuah kehidupan lahir.
Dan Manusia tidak memperhatikannya.

Lalu,  manusia meratap dalam keputus-asaan
“Jamahlah, Tuhan, dan biarlah aku merasakan kehadiranmu”
Kemudian, Tuhan menjangkau dan menjamah manusia.

Tetapi manusia menghalau kupu kupu sambil melangkah.

Saya temukan hal hal ini sebagai pengingat utama bahwa Tuhan selalu
berada
disekitar kita, di hal hal yang sederhana dan kecil yang kita anggap
biasa….walaupun dizaman elektronik ini…..
Saya ingin tambahkan satu lagi:
Tetapi manusia tidak mempedulikannya  dan tetap menangis. . . . . .

Kabar baik adalah engkau dikasihi.

Jangan ke hilangan berkat,
karena itu tidak datang berupa bungkusan paket
yang diharapkan.
Diterjemahkan oleh: Moldy