barusan kemarin, ada yang posting di Yshare@LJ, dia salah seorang pengarang romantic M-M, dan menulis meminta agar berhenti mengshare e-book (terutama yang license punya), karena itu merupakan nafkah dia. Kebetulan sehari sblmnya, ada seseorang yang posting link2 e-book karangan dia di yshare.
Sayang, gw ngga bisa copy paste isinya (dalam bahasa Inggris) karena kedua posting tersebut sudah dihapus oleh moderator yshare.

Gw personally, yang sehari2nya setiap online selalu berburu manga, lagu dan e-book, mungkin cuma salah satu dari sekian banyak orang yang menikmati manga,lagu dan e-book gratis tanpa harus beli originalnya.
Salahkan siapa ya? Kalau kata gw sih, selama di Indonesia standard hidup begini terus, dimana harga buku terus melambung tinggi (gw ingat buku setebal 400-500 halaman thn 85-86 harganya sekitar 3000-4000, tapi sekarang ..diatas 50 ribu boo)…dan lebih banyak keperluan dasar yang harus dipenuhi terlebih dulu, gw akan tetap memilih untuk mendownload e-book. Lagipula, kalau gw harus beli semua buku yang ingin gw baca, mabok lah. Dalam sbln, e-book dan manga yang gw download ratusan jilid. Paling2 dari e-book dan manga yang gw baca, kalau memang gw suka sekali ceritanya, baru gw beli hard copynya.
Issue e-book bajakan di Indonesia ngga sekencang issue mp3/cd bajakan ya. Mungkin karena orang Indonesia masih banyak yang malas membaca. Buku cetakan aja malas, apalagi yang elektronik yach…i.
BTW, i’m drowning in brising-nya christopher paolini skrg. Jadi nungguin kapan Eragon 2 keluar ya…